coba
Pada tahun 2012, hidroponik tengah menjadi tren di Indonesia. Hidroponik adalah teknik bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Hidroponik sendiri ditemukan pada tahun 1600-an, dan masuk ke Indonesia pada tahun 1700-an. Hidroponik menjadi tren, karena tekniknya tanpa menggunakan tanah sehingga dapat diletakkan di dalam rumah sekalipun. Namun, bagaimanapun juga tanaman hidroponik memerlukan cahaya matahari untuk tumbuh dan berfotosintesis. Pada tahun 1995, Robert C. Morrow telah menyusun jurnal yang berjudul LED Lighting in Horticulture atau Pencahayaan menggunakan LED pada Pertanian. Dari hasil percobaan Robert, disimpulkan bahwa spektrum cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman adalah spektrum cahaya warna merah dan biru. Dua warna tersebut memiliki spektrum yang sama terhadap cahaya matahari. Maka dari itu, LED berwarna merah dan biru sering dipakai untuk pencahayaan hidroponik untuk membantu proses tumbuh dan fotosintesis tanaman. Untuk hidroponik yang berada di luar ruangan, idealnya diberi sinar matahari pada pagi sampai sore saat matahari terbenam, dan diberi cahaya LED pada sore sampai pagi saat matahari terbit (maksimal 12 jam penyinaran LED).